Nis Windows

www.niswindows.com

Rangkuman Diskusi Online "Mengapa Aktivis Menghilang Setelah Menikah?"

Posting Komentar


selamat bergabung dalam grup diskusi resolusi kita- rangkaian bedah buku online yang diselenggarakan oleh Diskusi Online Indonesia dan Pustaka Saga
Adapun rangkaian diskusi kita yakni

1. Mengapa Aktivis menghilang setelah Menikah (mas gandring- 9 Januari 2019)
2. Dari Mahasiswa Untuk Indonesia (Mas dr. Hakim - 11 Januari 2019)
3. Perempuan dalam penantian (Mbak izah)

Setiap pukul 19:30 wib

-------
Sebelum diskusi dimulai, berikut saya beritahukan *aturan dalam Diskusi Online ini*:

1. Diskusi dimulai pukul 19.30 - 21.00 WIB.

2. Diawali dengan pengantar dari narasumber +/- 20 menit.

3. Tanda 👌 dari narasumber untuk mengakhiri pengantar materi, dan tanda ☝ untuk yg ingin bertanya dan tunggu moderator mempersilahkan bertanya. Bagi yang ingin menanggapi, silahkan berikan tanda ini 🙏🏻 dan silahkan menyampaikan setelah moderator mempersilahkan. *Pertanyaan disampaikan ke Moderator terlebih dahulu (Personal Chat) agar forum tetap rapi.*

4. Semua peserta memiliki hak untuk bertanya dan berpendapat.

5. Ketika narasumber memberikan pengantar, dilarang menyela atau bertanya, dan/atau mengirim tanda apapun.

6.Format pertanyaan yang dikirim ke Moderator

Nama:
Asal/instansi:
Pertanyaan:

7. Bagi yang ingin bertanya, silahkan buat pertanyaan terlebih dahulu, sehingga bisa langsung dikirim ke Moderator.

8. Bagi yg nyelonong tanpa izin Moderator, akan diberi peringatan.

9. Dilarang posting apapun yg tidak ada kaitannya dengan diskusi online Indonesia

10.Kalau masih ngeyel, ntar ada hadiah dari Moderator atau admin ya 😊
--------

Teman2, bentar lagi izin bedah buku malam ni saya mulai ya 🙏

---------

Baik ... rekan-rekan semua

Saya mulai diskusi online kali ini

Assalamualaikum wr.wb

Terima kasih untuk peserta yang telah registrasi untuk diskusi online kami

Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas kesempatan diberikan untuk diskusi hari ini kita akan bedah buku bersama mas @⁨Abah Arif⁩ ..

-----
Yang kedua, saya ucapkan kepada rekan-rekan dan pemateri yang telah berpartisipasi dalam diskusi ini
-----

Yang ketiga, saya perkenalkan diri, nama saya Mhd Iqbal (087869580661), sebagai moderator dalam diskusi ini. Salam kenal untuk semuanya😊
-----

Yang keempat, saya sampaikan kepada peserta untuk dapat berdiskusi dengan terbuka dan kondusif, tidak perlu merasa enggan untuk menanyakan informasi apapun, kami akan berupaya untuk berbagi informasi sebaik mungkin dan diharapkan dapat menjawab pertanyaan rekan-rekan semua
-----
Baik, untuk waktu dan forum diskusi saya persilakan kepada Mas @⁨Abah Arif⁩   untuk memperkenalkan lebih lengkap, dan memaparkan materi nya 😊🙏. Monggo mas @⁨Abah Arif⁩ .. semoga forum ini bisa menginspirasi bagi yang sudah berumah tangga, maupun para jomblo yang masih dalam masa penantian dan atau mempersiapkan diri menuju pernikahan

***
Makasih iqbal

assalamualikum kawan2. ijinkan saya untuk sharing ttg buku ini pada malam hari ini

Latar Belakang*

buku ini ditulis karena sebuah keresahan kolektif. ttg beratnya beraktivisme setelah menikah. jangankan setelah menikah, setelah bekerja saja berat. mungkin ini yg d sebut quarter live crisis. banyak dari netijen yang mengejek, bahwa buku ini sinis.para aktivis yg hilang itu bukan hilang, tapi pindah ke lajur aktivisme yg lain. tidak mengapa. karena kita punya definisi masing2.



Saya punya seorang kawan, seorang ideolog gerakan. kami dulu bertemu d thailand. pasca lulus s1 dan merampungkan s2, beliau menikah dan bekerja sebagai peneliti. karena memang cerdas, sering mendapat panggung d media. statemen2 dan analisisnya selalu membela kepentingan rakyat. ini namanya baru aktivisme yang naik level.


kalau yg disebut menghilang seperti yg dibahas dalam buku ini yg bagaimana? y seperti yg sering kita temui sehari2. sibuk ngurusi papan, sandang dan pangan.

*Sebuah kisah yang menginspirasi lahirnya buku ini*

Pada sebuah kesempatan saya mendapatkan sebuah kisah menarik dari seorang ustadz. Kisah ini sebetulnya hanya analogi semata, fiktif, namun begitu berkesan bagi saya karena dalamnya hikmah yang hendak disampaikan. Kira-kira ceriteranya begini. Kira-kira ceritanya begini, ada dua orang sahabat yang aktif di organisasi karang taruna di kampungnya, yang satu risingstar organisasi, bahkan menjabat sebagai ketua karang taruna, sedang yang lain hanya anggota biasa.
Si pemuda risingstar begitu menonjol, memililki ide, narasi dan gagasan yang luar bisa. Kemampuan menggerakkan anak-anak muda di kampung untuk aktif berpartisipasi sangat memukau. Menjadi idola banyak orang. Bahkan digadang-gadang menjadi tokoh di kemudian hari. Sedangkan si pemuda kedua, cenderung biasa saja dan tidak menonjol sama sekali. Hanya sekedar aktif saja. Bahkan terkadang tidak turut serta dalam kegiatan. Alhasil tak banyak yang mengenalnya.
Singkat cerita, saat beranjak dewasa keduanya telah bekerja menekuni profesi masing-masing serta sudah pula menikah. Menariknya dari kisah ini, pasca bekerja dan berkeluarga, si risingstar, mantan ketua karang taruna ini justru tidak muncul kembali sebagai aktivis. Mendadak teggelam dan menghilang dari peradaban, dia menjadi sibuk dengan dunianya sendiri, dengan keluarga dan pekerjaanya. Seperti dalam lirik lagu Surat Cinta untuk Starla, “Telah habis sudah cinta ini, tak lagi tersisa untuk dunia”. Ibarat kata semua perhatian, daya dan fikiran hanya dicurahkan untuk pekerjaan dan keluarga. Tidak ada lagi waktu untuk aktif dalam kegiatan organisasi dan kemasyarakatan seperti waktu bujang dulu. Dia yang dulu begitu lincah kesana kemari untuk mengurusi kegiatan karang taruna, hari ini lebih banyak menghabiskan waktu senggang diluar kantor bersama keluarga. Selain karena istrinya tidak mendukung potensi aktivitas organisasinya, dia juga merasa lelah karena hampir seharian waktu dan pikirannya sudah dihabiskan di tempat kerja. Sehingga berfikir untuk memanfaatkan waktu luang di rumah. Sudah bukan lagi waktunya untuk aktif di organisasi seperti saat bujang dulu.
Di sisi lain, sahabatnya yang dulu cuma pengurus karang taruna biasa justru menemukan spirit baru setelah bekerja dan berkeluarga. Hal-hal yang dahulu tidak bisa dikerjakan,kini dapat dia kerjakan setelah berpenghasilan, misalnya, dahulu dia tak bisa mentraktir kawan-kawan karangtaruna karena uang saku dari orang tuanya sangat terbatas, sekarang setelah berpenghasilan dia mampu ngopeni, mengayomi anak-anak karang taruna serta sedikit banyak memberi sumbangan untuk kegiatan desa. Karena kontribusinya, masyarakat memilihnya sebagai ketua RT. Pernikahan membuatnya semakin produktif. Dulu dia sering tidak bisa aktif di kegiatan karang taruna karena dilarang orang tua, setelah menikah dia memiliki otoritas penuh untuk aktif di manapun. Begitu pua jika dulu dia harus mengatur semua keperluan pribadinya sendiri, mulai mengatur anggaran sampai urusan teknis rumah lainnya, saat ini ada istri yang membantu, sehingga dia bisa fokus bekerja dan berkegiatan dalam aktifitas sosial masyarakat. Pendek kata dia menemukan spirit baru dan menjadi semakin produktif.
Setelah ustadz merampungkan ceriteranya, saya kemudian bertanya cara menemukan spirit sebagaimana pemuda yang kedua. Ustadz hanya tersenyum dan meminta saya untuk menemukan, mencari dan merumuskan metodenya sendiri. Ada sebuah pertanyaan lain yang menggelitik dari kisah ini. Banyak anak-anak muda mampu melakukan hal-hal besar, membuat gerakan, bahkan melakukan propaganda sampai berkeliling Indonesia dan ke seluruh dunia, dengan sumber daya yang terbatas. Tapi setelah bekerja dan berkeluarga, dengan sumber daya dan kondisi yang lebih baik, mengapa justru banyak yang tak menemukan spirit untuk bergerak? Ternyata sumber daya bukan segalanya. Visi dan spiritlah yang mendorong manusia untuk terus bergerak. Mari menemukan spirit di setiap marhalah kehidupan dengan cara kita masing-masing.


*Tentang Babak-Babak Ujian Kehidupan*

Sejatinya dalam hidup, manusia akan mengalami ujian sesuai dengan usia dan fase hidupnya. Secara umum, ujian tersebut bisa dikelompokkan menjadi beberapa fase. Fase pertama adalah fase kanak-kanak, pada fase ini seorang anak seyogyanya banyak belajar, tapi godaan mengabiskan waktu untuk bermain seringkali akan membuat mereka melewatkan masa emas otak. Fase yang kedua adalah fase remaja, pada fase ini anak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan softskill seperti kemampuan komunikasi, berorganisasi dll. Sayangnya, pada fase ini anak manusia sering tergelincir dan tidak optimal karena godaan dari lawan jenis. Fase selanjutnya adalah dewasa. Pada fase ini anak manusia sudah mandiri, sudah berpenghasilan dan bahkan mungkin sudah bekerja. Godaan terbesar pada fase ini adalah tentang berhutang, riba, dan mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak halal. Ketiganya berujung pada masalah financial karena pada fase ini anak manusia cenderung ingin segera mapan. Kemudian fase selanjutnya adalah fase golden age, ini adalah fase saat anak manusia berumur sekitaran 40an tahun. Godaan yang paling berat adalah kekuasaan. Apakah mereka bisa sabar meniti karir menuju sebuah kekuasaan dengan cara yang baik dan halal? Fase terahir adalah fase senja. Fase dimana anak manusia sudah masuk usia senja. Ditandai dengan kondisi fisik yang menurun, sakit-sakitan dsb. Ujian terbesar pada fase ini adalah ujian keimanan, karena secara medis tentu penyakit yang diderita sudah kompleks, akibat menuanya tubuh.Alternatif pengobatan yang irasional dan banyak berhubungan dengan hal ghaib akan banyak ditawarkan.
Fase ketiga adalah yang akan menjadi fokus bahasan kali ini. Babak ketika anak manusia mulai mandiri dan dewasa. Godaan terberat adalah perihal keuangan, mulai dari berhutang, riba dan mengambil harta haram. Ujian ini tidak terkecuali juga menimpa para aktivis muda yang berstatus puna kampus, bekerja dan membina keluarga.
Akar dari ujian tersebut adalah mitos bahwa pemuda harus mapan di usia tersebut. Sayangnya parameter yang dipakai untuk kata mapan disini bukan dalam hal pemikiran, kedewasaan dan akidah serta aklaq. Akan tetapi, yangdigunakan justru kesiapan materi; papan (rumah), sandang (pakaian yang baik) dan pangan.
Demi mengejar kata mapan yang sesegera mungkin, maka seringkali godaan berhutang datang dengan deras tanpa bisa terbendung. Seorang aktivis yang ingin segera tinggl dirumah milik sendiri, memiliki mobil pribadi dan sebagainya jika tak cukup uang untuk membeli dengan kontan akan mengambil dengan sistem kredit. Sistem inilah yang akan membelenggunya dalam waktu yang cukup lama. Untuk melunasi cicilan mobil biasanya dibutuhkan waktu lima tahun, sedang untuk membayar cicilan rumah bisa 15-20 tahun. Mari kita berhitung, jika seorang aktivis lulus kuliah umur 23 tahun kemudian dia mengambil kredit rumah selama 20 tahun, makan rumah itu akan lunas saat ia berusia 43 tahun. Sehingga, dia akan sibuk dan menghabiskan masa emas usia aktivismenya untuk memikirkan cara membayar cicilan. Tanpa disadari, tiba-tiba dia sudah masuk fase golden age (40an tahun) tanpa menyiapkan bekal pengalaman dan ilmu yang memadai. Jadilah cita-cita menjadi tokoh bangsa tinggal kenangan.
Jika skema hutang yang diambil adalah kredit syariah maka masih untung, yang akan terlewat paling-paling hanya masa muda yang habis untuk membayar cicilan. Tapi jika skema hutang yang dipakai adalah skema riba, ya sudah, tamat. Kalau dari hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Muslim, orang yang bergelut dengan riba doanya tidak diterima. Lain lagi hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, mereka yang bergelut dengan riba akan hilang keberkahan dalam umurnya. Bagi seorang aktivis gerakan, kedekatan dengan Allah adalah harga mati. Hal ini adalah sumber energi utama bagi sang aktivis untuk bergerak. Lantas bagaimana jika dirinya sudah terperangkap dalam jebakan riba? Apakah memungkinkan untuk terus bergerak?
Ujian yang cukup berat adalah untuk tidak mengambil harta haram. Jika seorang aktivis sudah terlanjur mengambil hutang, apalagi sudah terjerat riba, maka skenario untuk mencari harta dengan segala cara akan muncul sebagai opsi. Tidak diperdulikannya lagi darimana sumbernya, yang penting banyak dan cepat. Sekali saja jalan ini diambil, maka akan menjadi candu yang sulit untuk dihentikan. Pada mulanya mungkin akan muncul rasa bersalah, tapi lama-kelamaan, setelah menjadi kebiasaan, rasa bersalah itu tidak akan muncul. Bahkan, upaya-upaya mencari legitimasi untuk menyatakan cara bathil yang diambil tersebut, sifatnya sah dan halal serta bisa diatur. Karena memang sudah fitrah manusia, lebih suka mencari pembenaran dari pada kebenaran. Maka sangat mungkin sekali para pengambil jalan ini akan sering bersinggungan dengan tujuh dosa sosial yang dirumuskan oleh Gandhi:
1. Kaya tanpa bekerja
2. Kesenangan tanpa nurani
3. Ilmu tanpa kemanusiaan
4. Pengetahuan tanpa karakter
5. Politik tanpa prinsip
6. Perniagaan tanpa moralitas
7. dan ibadah tanpa pengorbanan
Semoga keberkahan Allah SWT senantiasa terlimpah untuk kita, sehingga bisa lulus dari tiap babak ujian kehidupan yang nampaknya sudah menjadi keniscayaan akan selalu datang. Boleh jadi kita kalah oleh ujian-ujian yang datang di fase hidup yang lalu, tapi masih ada fase ujian hidup saat ini dan akandatingyang bisa kita tuntaskan. Bukankan orang yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang beruntung, sedang mereka yang lempeng-lempeng saja adalah orang merugi, dan yang paling celaka adalah yang mengalami kemerosotan.


👌
Sdh mas iqbal


***

[9/1 8:52 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, terimakasih mas Gandring atas pemaparan nya
[9/1 8:53 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Sebelum ke sesi tanya jawab, saya berikan waktu 20 menit kepada teman2 untuk membaca dan mendalami isi pemaparan diatas 😊
[9/1 9:26 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, terimakasih teman2 yang telah membaca paparan diatas
[9/1 9:27 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Selanjutnya mari kita beranjak ke sesi tanya jawab




[9/1 9:31 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Sejauh ini sudah ada 5 penanya sebagai berikut:
Penanya 1: Mbak @⁨+62 896-1984-1555⁩
Penanya 2: Mbak @⁨Nurul Iftitah⁩
Penanya 3: Mbak @⁨+62 823-4138-6089⁩
Penanya 4: Mbak @⁨+62 857-1679-2827⁩
Penanya 5: Mbak @⁨Inayatu Sholehah⁩
Penanya 6: Mbak @⁨Titi Windiyanti⁩
Penanya 7: mas @⁨+62 877-9904-5729⁩
[9/1 9:31 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, sementara ini saya coba tampung sampai 10 penanya untuk diskusi hari ini
[9/1 9:32 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Mari yang ingin bertanya, silahkan acungkan tangan ☝🏻
[9/1 9:35 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Sejauh ini sudah ada 5 penanya sebagai berikut:
Penanya 1: Mbak @⁨+62 896-1984-1555⁩
Penanya 2: Mbak @⁨Nurul Iftitah⁩
Penanya 3: Mbak @⁨+62 823-4138-6089⁩
Penanya 4: Mbak @⁨+62 857-1679-2827⁩
Penanya 5: Mbak @⁨Inayatu Sholehah⁩
Penanya 6: Mbak @⁨Titi Windiyanti⁩
Penanya 7: mas @⁨+62 877-9904-5729⁩
Penanya 8: Mbak @⁨+62 813-1932-5376⁩
[9/1 9:36 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Ada lagi yang ingin bertanya teman2?
[9/1 9:38 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Okay teman2 semua, saya coba share 5 pertanyaan dari 5 penanya pertama terlebih dahulu ya
[9/1 9:39 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: *Penanya pertama:* Mbak @⁨+62 896-1984-1555⁩

Kinan Indurasmi
Untirta

Mas, aktivis yang saya pahami dan mimpikan hingga kini adalah mereka yang idealis. Mau sebelum atau sesudah menikah bagi saya sama saja, karena yang menjadi penentu ada diidealismenya.
Kalau yang saya perhatikan, aktivis  yang sekarang jadi kader partai atau masih bertengger di organisasi yang menjadikan dia seorang aktivis, bagi saya mereka aktivis yang berkepentingan. Berlabel aktivis ketika berkumpul dengan kelompoknya saja. Contoh, aktivis partai ujung"nya menjaga nama baik partai, aktivis organisasipun demikian. Jadi yang saya pahami, aktivis yang betul" aktivis itu mereka yang indie, seseorang yang dalam dirinya menjaga betul" idealismenya karena dengan begitu mereka akan tetap murni tanpa mementingkan kepentingan kelompoknya.
Kalau kata So Hok Gie, kemewahan seorang pemuda itu adalah idealismenya, jadi mau sudah menikah atau belum menikah kalau idealismenya sudah luntur maka dia bukan aktivis lagi.
Tapi yang saya yakini sampai saat ini adalah di fase ke-4 ini tidak ada manusia yang benar" hidup dalam idealisme. Adanya hanya mereka yang berkepentingan. Jadi, mereka yang mengaku aktivis dalam hatinya masih bergejolak dengan keragu"an dirinya sendiri.

 Jangan salah, mereka yang seakan menghilang dari layar kaca keikutsertaan kegiatan" itu sebetulnya juga seorang aktivis, aktivis keluarga yang memperjuangkan sandang, panga dan papan keluarga.

Bagaimana menurut mas terkait ini?
Terima kasih.
[9/1 9:40 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: *penanya kedua:* Mbak @⁨Nurul Iftitah⁩

Bismillahirrahmanirrahim
Nama : Nurul Iftitah
Asal : Universitas Lambung Mangkurat
Pertanyaan :

Saya tertarik sekali atas pembahasan yang telah mas paparkan.

Saya ingin tahu lebih dalam.
Boleh tidak mas paparkan secara ringkas terkait 7 dosa sosial yang mas rumuskan tersebut?

Terima kasih
[9/1 9:41 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: *Penanya ketiga*: Mbak @⁨+62 823-4138-6089⁩

Tina_ PD KAMMI Sumbawa
1. Bagaimana meminimalisir aktivis menghilang setelah menikah terutama untuk perempuan (lebih potensial menghilang) pada Fase kehidupan?
2. Ketika model gerakan berganti bagaimana aktivis mempersiapkan diri untuk terus bisa beramal dan bergerak pada fase2 kehidupan tsb?
[9/1 9:42 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: *penanya keempat:* Mbak @⁨+62 857-1679-2827⁩

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Citra
Untirta
"tolong berikan sedikit tips /cara mengenai bagaimana kita bisa menumbuhkan kembali  sikap aktivis walau setelah menikah"
[9/1 9:44 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: *penanya kelima*: Mbak @⁨Inayatu Sholehah⁩

Nama: Inayatu Sholehah
Instansi: KAMMI
Pertanyaan:
Mengapa yg menikah dengan yg sama2 aktivis yg seharusnya bisa saling support justru menghilang juga dari dunia aktivis/dakwah (sibuk mengurusi sandang pangan papan)?

Bagi kami yg masih single, apa hal yg sangat urgent dipersiapkan agar setelah menikah masih tetap struggle bahkan naik level di dunia aktivis (berkontribusi lebih untuk masyarakat)?


Jika faktor pasangan itu berpengaruh, apa yg menjadi urutan pertama perlu dilihat darinya sebelum memutuskan untuk berjuang bersama?
[9/1 9:45 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, begitu 5 penanya pertama yang sudah tertampung.. untuk 3 penanya setelah nya akan disampaikan setelah ulasan pertanyaan di atas..
[9/1 9:48 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, kami persilahkan kepada mas @⁨Abah Arif⁩  untuk memberikan ulasan terhadap pertanyaan di atas  😊🙏🏻
[9/1 10:02 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: Mohon ijin menjawab 🙏
[9/1 10:02 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Siap mas @⁨Abah Arif⁩ . Monggo
[9/1 10:02 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: 😊🙏
[9/1 10:06 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: Sandang papan dan pangan itu kewajiban laki2 mb. Sedang aktivisme itu pilihan.

Apa sibuk memenuhi kebutuhan keluarga itu aktivisme? Saya kira tidak. Itu kewajiban. Jikalau itu tidak dipenuhi, maka dzalimlah seorang laki2 pada anak istrinya.

Terkait muncul atau tidak munculnya seorang aktivis d bawah sorotan kamera, itu pilihan. Bahkan saya membuka diskusi tadi dengan sebuah permisalan aktivisme d tingkat karang taruna RT. Suatu aktivisme yg Tidak mungkin di sorot kamera.
[9/1 10:10 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: 7 dosa sosial itu rumasan dari Gandhi.
[9/1 10:15 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: Intinya adalah setiap aktivitas yang kita jalani harus memerhatikan pula kondisi sosial. Jangan sampai kita nersenang2 sedang tetangga miskin. Kita melakukan pembangunan  tapi merugikan masyarakat sekitar.  Dst
[9/1 10:20 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: 1. Perempuan akan terkendala mobilitas. Karena punya kewajiban jaga Markaz. Solusinya Markaz harus d optimalkan fungsi nya. Sebagai pembinaan pemuda, pembinaan ibu2 sekitar dll. Jangan sampai kita punya rumah bagus tapi sepi. Sedang H Agus Salim, rumahnya ngontrak tp aktivis2 hampir tiap hari diskusi d sana.

2. Model dan lapangan bergerak hanya wasilah, hanya jalan saja. Sedangkan yg menentukan tetap bergerak adalah visi dan idealisme. Kalau visi ttp d jaga, insyaAllah kita akan lurus memandang sasaran yg SDH d cita2 kan dr lama. Sedang jika idealisme ttp terjaga, kita tidak akan belok oleh urusan2 yg bukan fokus kita.
[9/1 10:22 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: misal waktu muda kita aktif d gerakan sosial, punya cita2 bikin sekolah gratis buat anak miskin. kalau visidan idelisme tidak d jaga, setelah kerja.kalau punya uang 300jt misal, belum tentu bakal d buat bikin sekolah. beli mobil enak kok
[9/1 10:26 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: 1. memilih pasagan itu penting.kalau pasangan tidak support berat.
pernah waktu itu Hassan Albanna mau membuka cabang baru IkhwanulMuslimin, kantor sudah ada tapi perabot blm ada, istri beliau mengusulkan perabot d rumah dipindahkan k kantor. kalau pasangan tidak support, jangankan cerita seperti d atas, untuk keluar urusan organisasi saja belum tentu boleh

2. teteap aktif organisasi. bs mendirikan komunitas (kekinian) atau brgabung dengan organisasi yg sudah mapan. Intinya jangan berhenti berorganisasi. minimal aktif d orgnisasi kampung. jamaah tahlil, karang taruna dll.
[9/1 10:35 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: kalau kata orang jawa, cek bibit, bebet dan bobotnya.jangan asal aktivis.

bibit: keluarganya apakah berkualitas?kalau keluarganya berkualitas apalagi berpengaruh di masyarakat,akan memudahkan dalam kerja aktivisme kedepan.

bebet: tapilan fisik

bobot: kualitas intelektual, daya cipta , kempuan bekerja keras dll
[9/1 10:35 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: ad orang yang aktif dalam gerakan karena malas kuliah
[9/1 10:35 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: bisa juga nanti ia malas bekerja
[9/1 10:36 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: jadi dalam memilih pasangan harus d cek betul2
[9/1 10:38 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: untuk persiapan diri sendiri, sebetulnya tidak ada persiapan khusus
[9/1 10:38 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: apa yg kita pelajari d organisasi sudah cukup
[9/1 10:39 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: d organisasi, saat yg lain belajar buat ujian,kita ya belajar ya sibuk bikin advokasi2
[9/1 10:40 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: pasca kampus juga sama, saat yg lain sibuk kerja saja, kita ya kerja tapi juga berfikir bagaimana bisa memberi dampak baik lewat pekerjaan kita atau lewat aktivitas lain
[9/1 10:41 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: sering kita temui kawan2 yg ngilang d organisasi pas waktu masa ujian kuliah atau kesibukan akademik.kemudian muncul lagi waktu pas luang. yang begini ini,kalau tidak dilatih,akan terus kambuh d dunia kerja
[9/1 10:42 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: padahal,kesibukan cari uang dan karir d dunia kerja itu ndak ada habisnya
[9/1 10:42 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: tidak sepertiu ujian kuliah yang 6 bulan sekali
[9/1 10:42 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: 👌
[9/1 10:45 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, terimakasih mas @⁨Abah Arif⁩  atas ulasan nya
[9/1 10:46 PM] ‪+62 895-3313-73489‬: Terimakasih kang. Boleh menanggapi? 🙏🏻
[9/1 10:48 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, saya beri kesempatan untuk penanya pertama tadi, Monggo Mbak @⁨+62 896-1984-1555⁩ , ada feedback? Atau cukup jelas kah ulasan nya?
[9/1 10:49 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Seperti nya tidak ada feedback dari mbak @⁨+62 896-1984-1555⁩
[9/1 10:50 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, saya lanjut ke ulasan dari penanya kedua, apakah sudah cukup menjawab Mbak @⁨Nurul Iftitah⁩ ?
[9/1 10:50 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, sepertinya tidak ada feedback
[9/1 10:51 PM] ‪+62 823-3996-9785‬: Mantap euy pembahasanx..👍🏻👍🏻
[9/1 10:51 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Okay, kita ulasan penanya ketiga dan keempat, apakah ada feedback? Mbak @⁨+62 823-4138-6089⁩  dan Mbak @⁨+62 857-1679-2827⁩ ?
[9/1 10:52 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: 😊
[9/1 10:52 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Bajk, silahkan Mbak @⁨Inayatu Sholehah⁩  memberikan feedback atas ulasan untuk penanya kelima tadi
[9/1 10:54 PM] ‪+62 895-3313-73489‬: Baik terimakasih atas kesempatan nya.
Menyambung tentang persiapan,
Sejauh ini banyak aktivis yang telat menikah, apakah itu akibat dari mereka takut menghilang setelah menikah? Apakah mereka takut rumah tangga mereka tidak sejalan dengan visi misi mereka selama ini dalam konteks dakwah? Bisa dibantu kasih solusi kah untuk kami yang belum menikah agar kami tidak menghilang setelah menikah jika ditinjau dari hubungan rumah tangga?
[9/1 10:55 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, terimakasih Mbak @⁨Inayatu Sholehah⁩ .. Monggo mas @⁨Abah Arif⁩  memberikan ulasannya
[9/1 10:57 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: ada beranggapan begitu, seorang senior yg sedang membangun sebuah gerakan sosial, sempat menunda menikah karena khawatir menikah bisa menurunkan performanya
[9/1 10:58 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: menurut saya, masalahnya ad d sudut pandang
[9/1 10:58 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: ketakutan d atas karena istri dan keluarga d anggap sebagai beban
[9/1 10:58 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: harusnya istri, suami, itu harus d anggap sebagai aset
[9/1 10:59 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: misal, seorang aktifis muslimah. waktu jomblo dia harus kerja buat makan, juga sibuk organisasi
[9/1 11:00 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: setelah menikah, kalau suami diposisikan sebagai aset, ya jadi ringan.masalah logistik biar d urus suami, istri tinggal mengurus ummat
[9/1 11:00 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: kalau suami menganggap istri sebagai aset, y ringan juga
[9/1 11:00 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: dulu waktu jomblo, harus kerja,aktif d gerakan,pulan g ad yg masakin
[9/1 11:01 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: setelah menikah, alhamdulillah pulang ada yg masakin
[9/1 11:01 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: mau brangkat ad yg mbikinin kopi
[9/1 11:01 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: baju ad yg nyiapin
[9/1 11:01 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: tinggal fokus kerja dan organisasi aja
[9/1 11:04 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, terimakasih mas @⁨Abah Arif⁩
[9/1 11:04 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Bagaimana Mbak @⁨Inayatu Sholehah⁩ ? Cukup menjawab kah?
[9/1 11:06 PM] ‪+62 895-3313-73489‬: Iya cukup kang. Terimakasih🙏🏻
[9/1 11:06 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, terimakasih
[9/1 11:06 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, saya lanjut ke 4 penanya selanjutnya
[9/1 11:07 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: *penanya keenam*: @⁨Titi Windiyanti⁩

Nama : Titi Windiyanti
Instansi : UNTIRTA
Pertanyaan : Bagaimana cara mengembangkan ide yg kita dapat dari curhatan-curhatan di sekitar kita, karna kadang susah menuangkannya menjadi sebuah cerita?
Terimakasih
[9/1 11:08 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: @titi

bnyak baca novel.nanti akan terbentuk pola bagaimana membuat narasi. tetralogi pulau buru karya pramoedya dan cerpen2 ahmad tohari rocomended
[9/1 11:08 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: *penanya ketujuh*: Mbak @⁨+62 877-9904-5729⁩

Assalamu'alaikum kak, ☝️ saya ingin bertanya. Sebelumnya, nama saya Fiulan Santika, berasal dari Uin Raden Fatah Palembang, yang ingin saya tanyakan, sesuai dengan judul materi bedah buku "mengapa aktivis menghilang setelah menikah?" Dalam pertanyaan itu timbul juga pertanyaan lain, terjadi hal seperti itu pasti memiliki faktor, menurut kakak faktor yang manakah yang lebih cenderung mempengaruhi hal tersebut dapat terjadi? Baik itu faktor dari dalam maupun pengaruh dari luar sang aktivis. Terutama tentang keluarga? Disini seorang aktivis apakah cenderung menuju pada seorang laki-laki saja ya kak?. Terima kasih sebelumnya kak, wasalammu'alaikum.
[9/1 11:08 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: @fuilan santika

faktor yang paling menghambat adalah ekonomi, kalau logitik tidak terpenuhi,orang tidak bisa berpikir jernih. walaupun mitos ini terbantahkan dengan teladan agus salim,natsir dll.

faktor yg kedua adalah keluarga. jika keluarga tidak paham dan cenderung melarang. memang berat. awal2 lulus kuliah,setiap pulang larut dari urusan organisasi, orang tua saya selalu bertanya, itu kerja apa bukan?ada uangnya atau tidak? bahkan kemarin hari, ketika dua hari saya dluar rumah mengurus musykerwil kammi jatim,orang tua saya yang kebetulan sedang main k surabaya kembali bertanya, itu kerja apa bukan?kok ndak pulang2? padahal bisa dipastikan kalau saya d luar rumah, pasti bukan urusan kerja. karena saya ngantor d rumah. disini peran pasangan untuk membantu berkomunikasi sangat penting
[9/1 11:09 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: *penanya ke 8*: Mbak @⁨+62 813-1932-5376⁩

Aini _ Batam_ bagaiman dengan virus virus yang sering menyerang aktivis saat ini,  virus merah jambu misalnya,  apalagi di lingkungan dakwah...
Tak sedikit yang mempunyai niat ikut aktif dalam aktivis dakwah hanya untuk mencari pasangan shalih,  sehingga ketika sudah mendapatkan pasangan ,  malah menghilang
[9/1 11:09 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: @ aini

kalau niatnya memang untuk mencari pasangan,y setelah dapat wajar jika hilang.
organisasi harus berperan meluruskan dan menata niat anggotanya
[9/1 11:10 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: *penanya ke 9*: @⁨Wildan Mahmuda, S.IP. 👨🏻‍🎓👳🏻‍♀👮‍♂⁩

Nama : Wildan Mahmuda Yusdika
Institusi : UIN Sunan Ampel Surabaya
Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh
Mau Tanya, Ketika Saat adanya Pemilu ini. Ada beberapa Aktivis yang tergiur dengan Jabatan Politik (Seperti Mencalonkan Legislatif) dan itu juga sebagai salah satu bentuk memperjuangkan aspirasi rakyat lewat Parlemen. Dan Pertanyaan saya, Bagaimana seorang aktivis menyeimbangkan antara idealisme yang dia punya  yang tujuannya benar2 untuk membela Masyarakat dengan kepentingan Golongan (Partai) nya ?
[9/1 11:10 PM] ‪+62 856-5539-6657‬: @wildan.

aktivisme d politik praktis tidak jadi soal. karena aktivisme bs d mana saja. dan jabatan politik seperti DPR itu wasilah yg sangat strategis untuk perjungan.

bagaimana menyeimbangkan idealisme dengan kepentingan golongan? setiap golongan punya kepentingan, setiap golongan punya idealisme, kita pilih golongan yg idealismenya cocokdengan kita,kita pilih golongan yang kepentingannya untuk maslahat masyarakat. setelah itu maju terus.go ahead
[9/1 11:10 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, terimakasih mas @⁨Abah Arif⁩
[9/1 11:11 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Ada feedback Mbak @⁨Titi Windiyanti⁩ ?
[9/1 11:12 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Ada feedback Mbak @⁨+62 877-9904-5729⁩ ?
[9/1 11:12 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Silahkan feedback nya mbak @⁨+62 813-1932-5376⁩ ..
[9/1 11:13 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Ada feedback nya mas @⁨Wildan Mahmuda, S.IP. 👨🏻‍🎓👳🏻‍♀👮‍♂⁩ ?
[9/1 11:16 PM] ‪+62 896-4414-8295‬: Oke Mas @⁨Abah Arif⁩ Terima kasih atas jawabannya. Saya rasa sudah cukup terjawab dari pertanyaan saya tadi
[9/1 11:18 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, terimakasih mas @⁨Wildan Mahmuda, S.IP. 👨🏻‍🎓👳🏻‍♀👮‍♂⁩
[9/1 11:19 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, karena berhubung tidak ada pertanyaan dan feedback lagi, Monggo mas @⁨Abah Arif⁩  untuk memberikan closing statement nya
[9/1 11:19 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: 😊🙏
[9/1 11:32 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Baik, terimakasih mas @⁨Abah Arif⁩ untuk bedah buku nya malam ini.semoga ilmu yang disampaikan hari ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan rumah tangga kita masing2
[9/1 11:33 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Dan kehidupan sosial masyarakat kita
[9/1 11:34 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Sekian dulu diskusi kita hari ini, sampai ketemu pada diskusi berikutnya bersama Mbak Izah 🙏
[9/1 11:34 PM] Diskusi Online - Mhd Iqbal - Pustaka Saga: Wassalamu'alaikum wr wb
[9/1 11:36 PM] ‪+62 851-4585-0080‬: Masya Allah...Syukron kepada pemateri luar biasa✊✊
[9/1 11:37 PM] ‪+62 819-1304-0706‬: Mantap kang materinya 👌
Makasih banyak Kang @⁨Abah Arif⁩

Niswin
Hey you can call me Niswin. I born and live at Banjarmasin City, Kalimantan Selatan Province. I work at Province government. I am blogger and reviewer book. I also love cat. You can follow my instagram @niswindows_com and also my lifestyle blog www.niswindows.com

Related Posts

Posting Komentar